Jumat, 22 Juli 2011

Rahasia mindset negara Scandinavia, Jepang, Jerman dan Yahudi

Gw penasaran dengan Negara-negara Scandinavia (Finlandia,Norwegia,Swedia), Jepang, Jerman dan Yahudi apa sih yang bisa membuat mereka maju ? gw selalu percaya kesuksesan mereka berasal dari manusia – manusia di Negara tersebut, Negara yang miskin akan sumber dayapun bisa maju  bila manusia- manusia-nya maju, tindakan manusia di Negara-negara tersebut pasti dilandasi oleh suatu nilai – nilai yang mereka pegang erat, atau paling tidak, nilai – nilai tersebut diajarkan kepada mereka semenjak kecil.

Kenapa gw memilih Negara-negara tersebut karena gw kagum dengan Negara-negara tersebut yang :
1.       Jepang - Negara tanpa sumber daya namun bisa maju walau sudah luluh lantak oleh perang
2.       Jerman - Negara pengexpor nomor 1 didunia, negara dengan kekuatan ekonomi terkuat di eropa, negara dengan produk teknologi yang terkenal di dunia
3.       Scandinavia - negara kaya dan maju yang hidup dari menjual patent teknologi
4.       Yahudi - negara yang dibenci oleh banyak negara, tetapi diakui sebagai bangsa terpandai didunia

Blog ini berisi hasil riset internet dan literature gw mengenai nilai-nilai yang diajarkan didalam budaya Scandinavia, Jepang , Jerman dan Yahudi, dibagian awal gw akan paparkan nilai-nilai yang gw temui dan di bagian kedua gw akan “highlite” nilai – nilai yang menurut gw special dan berarti.
 nilai – nilai budaya tersebut adalah

1.       Jepang gw ambil dari pokok-pokok ajaran Bushido
2.       Jerman gw ambil dari nilai – nilai kerajaan Prussia
3.       Scandinavia gw ambil dari nilai – nilai Viking (di puisi2 tradisional mereka)
4.       Yahudi gw ambil dari kita torah 

JEPANG
YAHUDI
Rectitude ( gi?)
Reverence for God
Courage ( ?)
Equality
Benevolence ( jin?)
Love and Kindness
Respect ( rei?)
Justice and Mercy
Honesty ( makoto?)
Respect for Nature
Honor (名誉 meiyo?)
Truth, Intellect, and Free Will
Loyalty (忠義 chūgi?)
Study and Prayer
Filial piety ( ?)

Wisdom ( chi?)

Care for the aged ( tei?)


JERMAN
Sincerity
Humility
Industriousness
Obedience (but not without Frankness)
Straightness
Sense of Justice („Suum cuique“ = Jedem das Seine = To each his own)
Godliness coupled with religious Tolerance
Toughness, against oneself even more than against others
Courage
Sense of Order
Pflichtbewusstsein (Sense of Duty)
Probity
Self denial
Austerity
Bravery without sniveling  Learn to suffer without moaning!)
Loyalty
Incorruptibility
Subordination
Self-effacement - “ Be more than you seem to be)
Reliability
Punctuality
SCANDINAVIA
Gifting
Generosity
Moderation
The maintaining of frith in all circumstances
Courage
The seeking of good over ill
Hospitality
Courtesy
Tolerance
The pursuit of wisdom and knowledge
The defense of freedom
Industriousness
Vigilance
The protection, nurturing and forbearing of kin
Showing respect for elders
Loyalty to friends and kin
Keeping an oath
Honoring the sanctity of marriage
Refraining from mockery
Refraining from arrogance
Making kin, honor and justice more important than gold
Cleanliness
The maintaining of one's dignity in all situations
Good organization
Persistence
The rule of law
To try ones steel against an opponent fairly
Respect for the dead
For a man to never strike a woman
To not abuse one's power

Dari nilai – nilai diatas gw terkagum atas kedetailan “deskripsi” nilai yang diajarkan, kekaguman gw adalah untuk nilai – nilai :

JERMAN
Industriousness
Obedience (but not without Frankness)
Subordination
Self-effacement - “ Be more than you seem to be)
Sense of Justice („Suum cuique“ = Jedem das Seine = To each his own)
Bravery without sniveling  Learn to suffer without moaning!)
Toughness, against oneself even more than against others
Sense of Order
Pflichtbewusstsein (Sense of Duty)
Punctuality
JEPANG
Benevolence ( jin?)
Honor (名誉 meiyo?)



SCANDINAVIA
To try ones steel against an opponent fairly
Good organization
Cleanliness
The pursuit of wisdom and knowledge
Industriousness
Generosity
Moderation
Refraining from mockery
Refraining from arrogance
Making kin, honor and justice more important than gold
YAHUDI
Reverence for God
Justice and Mercy
Truth, Intellect, and Free Will


List kekaguman gw :

1.       Industriousness : disebutkan dengan jelas bahwa di dalam budaya Jerman dan Scandinavia ditekankan pentingnya untuk bersikap industrious ! untuk selalu efisien dan efektif dalam beraktivitas

2.       Obeidence, subordination, good organization, sense of order  : gw kagum bahwa mereka mengajarkan pentingnya organisasi – ada ketua ada bawahan, dan pentingnya untuk patuh terhadap atasan – ini adalah nilai yang sangat kurang di Negara kita

3.       to try ones steel an opponent fairly – toughness, against oneself even more than against others, honor – gw kagum budaya mereka mengajarkan untuk selalu mencoba diri sendiri , untuk berkompetisi dengan orang lain untuk melihat kemampuan diri sendiri - gw gak pernah diajarkan hal ini selama hidup gw, gw selalu diajar untuk menghindari konflik dan jarang sekali didorong untuk berkompetisi dengan orang lain, ketika gw melihat nilai point 3 ini gw tau bahwa budaya “menghindari konflik – kompetisi” yang selama ini ditanamkan didiri gw salah besar

4.       Self-effacement (be more than you seem to be),learn to suffer without moaning - berlawanan sekali dengan budaya local kita yang sering gw dengar “jangan ngoyo, rejeki udah diatur Tuhan” à disini di tekankan bahwa kita harus menjadi manusia yang lebih, dan bersedia untuk bekerja keras  tanpa mengeluh à beda banget sama keluhan yang gw denger dari temen-temen gw, dan terkadang gw juga ngeluh.

5.       Refraining from mockery, refraining from arrogance, benevolence, making kin,honor and justice more important than gold à di luar semua hal-hal yang kesannya sangat kompetitif muncul lah nilai ini, bahwa semua pengejaran terhadap produktivitas dan kesempurnaan dan kemajuan, kita gak boleh ngejek sesama, gak boleh sombong, dan menjalin persaudaraan, kehormatan dan keadilan jauh lebih penting dari semua

So apa yg gw pelajari dari semua ini, gw akan mengadopsi pola pikir dan nilai-nilai diatas, memang secara moralitas nilai-nilai ini pasti ada dibudaya kita, namun budaya kita tidak memaparkan sedetail yang negara-negara maju paparkan dan tentunya gw akan coba mendisiplinkan diri untuk bisa mengikuti nilai-nilai diatas

Progress stars from our mindset – the world is my playground

Rabu, 13 Juli 2011

The little big thing called Faith - my view tentang denominasi gereja

Sekarang ini gw lagi ngambil cuti 1 bulan dari pelayanan gw di gereja, so hari minggu kemarin di masa cuti itu gw ke gereja istri gw, yang adalah gereja katolik, agama gw adalah kristen protestan

Gw sangat menikmati mengikuti misa di gereja katolik, gw ikuti semua ritual mereka dari membuat tanda salib, berlutut, ritual ucapan2 umat, semua gw ikuti kecuali mengambil hosti.
Gw sendiri sadar kalau gw sebenarnya butuh simbol2 dan gesture2 yang gw gak dapet di kristen protestan, 
  • gw menikmati ketika gw membuat tanda salib, as if gw  menegur diri gw sendiri bahwa ada Allah Tritunggal yang berdiam didalam diri gw,
  • Ketika gw berlutut gw diingatkan bahwa ketika kita masuk ke gereja kita perlu meng-humble-kan diri kita, karena kita secara jasmani dan rohani sedang menghadap Sang Pencipta Dunia
  •  Ketika gw ikut mengikuti ucapan2 rutin umat, gw disadarkan bahwa gw harus beribadah secara komunal, terlibat didalam suatu komunitas bersekutu bersama, dan kata2 yang sudah diarahkan dan ditentukan adalah simbol dari satu hati dan satu pikiran ke Tuhan
Walau hanya kurang lebih 1 jam gw beribadah tapi jiwa gw terasa amat segar dan sangat terbarukan, i do indeed need those rituals

Pengalaman gw itu, membawa pikiran gw melayang ke topik denominasi, dimana tiap-tiap denominasi berjuang untuk meninggikan denominasi masing2, ungkapan2 seperti gereja gw  mainstream, grj lu kecil gak jelas, gereja gw A, gereja gw lebih hebat dari gereja B, gereja C sesat, dll

Gw tidak membenci denominasi, tapi gw memang gak setuju dengan fanatisme terhadap denominasi, ketika satu denominasi melihat dirinya sebagai yang paling benar, itu adalah saatnya denominasi tersebut intropeksi diri, gw sendiri lebih suka pada "Gereja yang Kudus dan Am" sebuah persekutuan diantara gereja.

Denominasi buat gw hanyalah bentuk ritual dan adat istiadat yang kita pandang nyaman dan cocok bagi diri kita, Keselamatan kita tidak ditentukan dari denominasi kita, keselamatan kita ditentukan dari Anugerah Keselamatan yang diberikan oleh Tuhan. Setiap orang pasti punya cara makan yang berbeda, yang satu makan dengan tangan, satu dengan sumpit, satu dengan sendok, ada yang makan sambil duduk, ada yang makan sambil bersila, apakah kita akan ribut dengan teman kita yang makan dengan sumpit ? apakah kita akan membandingkan yang makan sambil duduk dengan yang bersila ? apakah sepenting itu sehingga denominasi pantas untuk diperjuangkan ?

Bukan denominasi yang pantas diperjuangkan, melainkan kabar keselamatan yang pantas di perjuangkan, caranya bisa macam-macam, dan tidak ada cara yang benar-benar bisa di claim sebagai cara yang terbaik karena semuanya berpulang lagi ke Anugerah Keselamatan yang bukan di control oleh kita manusia, tapi dikontrol oleh Tuhan.

How Big is Indonesia’s Mobile Internet Users ?


Well I certainly don’t have the exact number, I guess only the Telco’s has it, but in my field it’s required for me to at least have an indication of how big is the mobile internet market, so this is a blog about my findings








Facts :
  •            All ad networks claims Indonesia has a very HUGE  mobile internet traffic we are number 1 in the South East Asia, and one of the big 5 in the world, our competitors are USA, UK, India and China , sources from admob, inmobi, buzzcity, admoda, and all the literatures you can find in the internet will confirm this claim, but as one of the industry player, my concern is not only how big is the mobile internet traffic, I also need to know how many unique users is using mobile internet, because in the end all goes back to user’s buying power - which leads to how many individuals are actually willing and paying in the mobile internet
  •        The most used browser in Indonesia is : native browser and Opera mini browser, Opera has been very aggressive penetrating Indonesian market, Opera is distributed via Telkomsel and also via handset manufacturer, Opera even targeted Chinese handset manufacturer.

So understanding those 2 simple facts I’ve made up a small analysis :
1.       From Opera mini browser data, we know there is 18 mio Opera mini user in Indonesia
2.       So from the 160mio + SIM Card that is claimed to have been sold by the operator only 18mio uses opera or have downloaded Opera browser à quite a shocking number
3.       But let’s not forget there’s the native browser that we haven’t counted, so from my conversation with adnetwork company, they claimed Opera browser traffic  take up 70% from all Indonesian mobile internet traffic
4.       So if we do a simple math 18 mio equals to 70% Indonesia’s mobile internet traffic so 100% would be around 25.7 mio user ? so from the 160mio SIM Card sold only 25.7 mio user uses mobile internet ?
5.       Facebook claimed they have 36mio Indonesian user and 70% access from mobile so that means around 25.2mio user ? - so this number does tally with point 4
6.       But Telkomsel claim to have 80 mio GPRS user à I would assume 80 mio is the GPRS enabled user, that doesn’t mean all the 80 mio is GPRS user

Well, from my crude analysis I concluded : the unique number of Indonesia’s Mobile internet I would say around 25mio, is anyone out there has a different calculation ? please do let me know :D

So what does this facts tell us ? what opportunities  does Indonesia's Mobile Internet Market has? One thing for sure 25 mio is still a very attractive market, but what about their spending pattern ? their behavior ? their interest ? hmmm.. for that I can not say :D that knowledge is exclusively owned by my employer :D

image copyright : getty images